Senin, 03 Juni 2013

Kisah Sandiwara Radio Yang Punah Tergerus Televisi


Sandiwara Radio kini seolah tinggal kenangan. Bahkan hiburan yang digandrungi di era 80-an itu kini sulit untuk kembali lagi. Kalaupun ada masyarakat tidaklah seantusias seperti kejayaannya. Itu pun hanya beberapa radio yang menyiarkannya.

Perkembangan zaman melalui media audio visual memang merubah segalanya. Hiburan yang mengudara itu kini sudah tergerus dengan modernisasi.

Pada masa kejayaannya sandiwara radio sangat ditunggu-tunggu. Mengandalkan teknik audio dan pembawa acara yang hebat seolah membawa pendengar masuk ke jalannya cerita.

Pendengar bebas untuk menciptakan sosok, menciptakan adegan, sesuai keinginan dan sesuai imajinasi masing-masing. Ini dinamakan Theatre of mind. Hal itu tentu tidaklah didapat di media audio visual seperti televisi.

Cerita tentang Mak Lampir misalnya dalam Misteri Gunung Merapi. Efek-efek suara menyeramkan membuat pendengar merasakan betapa menyeramkan sosok nenek tua itu. Apalagi saat tertawa. hiihiihiiii!

Pada saat itu sandiwara radio mendapatkan tempat tersendiri di kalangan masyarakat. Stasiun radio bersaing untuk menampilkan hiburan dunia dongeng bersuara ini.

Setelah lelah beraktivitas setiap harinya masyarakat selalu berkumpul mengelilingi radio hanya untuk menantikan sandiwara radio.

Jika siaran melemah karena hal teknis pendengar otomatis akan menempelkan telinga ke sumber suara karena tidak ingin ketinggalan jalan ceritanya. Menarik bukan?

Kalau Anda termasuk golongan yang melintas tahun 1980-1990, nama judul Saur Sepuh, Tutur Tinular, Misteri Gunung Merapi, Mak Lampir tentulah tidak asing lagi. Keberadaan sandiwara radio memunculkan nama-nama tenar seperti Ferry Fadly, Elly Ermawati, Ivone Rose, Maria Oentoe, Anna Sambayon, Idris Apandi dan lainnya.

Namun dunia itu berputar. Globalisasi tak dapat dihindari lagi. Paling tidak itu dialami salah satu pemeran sandiwara radio di Radio Garuda 105,5 FM Bandung. Iwan Irawan L yang merupakan salah satu pemeran sandiwara radio dengan dongeng karakter tokoh Sunda berjudulkan 'Sempal Guyon Parahyangan Si Kundang'.

Pria 50 tahun ini selalu memerankan tokoh pemberi nasihat dalam setiap kisah. Di selingi bodoran nyata namun penuh makna membuat Sempal Guyon memiliki tempat di hati masyarakat Jawa Barat.

"Sandiwara Radio ini memang membuat hiburan buat semua orang. Semua menanti dongeng-dongeng terbaru yang akan disiarkan," kata Iwan kepada merdeka.com, Sabtu (4/5).

Iwan memang baru sekitar tahun 1990 an mulai menjadi salah satu pemeran di dongeng suara itu. Saat itu Iwan yang kerap memiliki nama 'udara' Kang Iwan atau Iwan Bogalakon yang berduet dengan Alm Tisna Sunatera sebagai pemeran utama.

Tisna kata Iwan bisa memerankan 14 suara berbeda, dibantu dengan pemeran Wanita Andi R Johari. "Sandiwara Radio kita sangat natural, kalau bercanda lempar, ya lempar sekalian, pukul-pukul sekalian," paparnya canda.

Benar bahwa sandiwara radio memang membawa pendengar selalu berimajinasi ditambah efek suara yang dikeluarkan. Iwan pernah merasakan bagaimana rasanya diidolakan pendengar. Tak jarang pendengar setia memberikan macam-macam hadiah.

"Makanan datang ke kantor, sampai saya gemuk gini karena jadi pembawa acara di radio," tuturnya.

Sedikit demi sedikit pecinta Sandiwara Radio kini mulai hilang. Apalagi ketika pertengahan 2000 di mana dongeng-dongeng itu sudah mulai tidak diminati lagi. Kebanyakan orang lebih memilih media televisi sebagai radio.

Melalui andalan audio visual, orang mulai beralih. "Mungkin memang eranya sudah seharusnya berubah, saya sangat kangen dengan dunia radio," jelas pria yang kini bekerja di dinas pemadam kebakaran kota Bandung ini.

Sandiwara radio memang tinggal kenangan karena keberadaannya sudah digantikan film dan sinetron. Perlu diingat Sandiwara Radio benar-benar menampilkan suatu hiburan berbeda pada masanya.

"Keberadaan sandiwara radio di hati para pendengarnya akan selalu di ingat," kisahnya.

Hiburan era 80-an itu telah hilang ....dan tak akan tumbuh lagi

sumber : merdeka.com

Pekerjaan Wanita Ini Mencoba Sex Toy Setiap Hari


Seorang wanita Inggris mengaku memiliki pekerjaan yang sempurna, yaitu menjadi orang yang bertugas mencoba sex toy. Wanita bernama Nat Garvey itu menjelaskan bahwa dia harus mencoba berbagai macam produk sex toy yang ada di toko.

Sejak mulai bekerja dua tahun lalu, wanita ini sudah mencoba lebih dari 1.000 sex toy. Dalam setahun wanita ini bisa mendapatkan bayaran senilai USD 39.000 (atau sekitar Rp.382 juta). Wow, rupanya bekerja dengan mencoba sex toy dibayar cukup mahal ya.

Tak hanya mencoba sex toy, wanita ini juga diharuskan mencoba peralatan sex lain, seperti pakaian dalam seksi atau alat-alat fetish lainnya.

"Aku tak bekerja dikelilingi alat kantor, tapi alat-alat seks. Tapi aku bukan maniak seks. Aku adalah gadis normal, yang mungkin juga butuh membeli sex toy," ungkap Garvey, seperti dilansir oleh Digital Spy (15/03).

Garvey menjelaskan bahwa dia tak merahasiakan pekerjaannya. Keluarga dan teman-temannya mengetahui pekerjaannya. Bahkan temannya mengatakan bahwa Garvey memiliki pekerjaan terbaik sedunia.

sumber : merdeka.com

Logo Garuda Pancasila Diciptakan Eks Jenderal Tentara Belanda


Pancasila diagung-agungkan sebagai dasar negara Indonesia. Lambang burung Garuda dipasang di setiap ruang kelas dan institusi resmi. Tapi nama pembuat lambang Garuda Pancasila seolah dilupakan. Hanya segelintir orang yang mengenal Sutan Hamid Algadrie atau Sultan Hamid II sebagai pembuatnya. Hamid II malah lebih dikenal sebagai pemberontak.

Siapa Sultan Hamid II?

Sosoknya ganteng, tegap dan perlente. Di darahnya mengalir darah ningrat Kesultanan Pontianak. Dia satu dari sedikit orang pribumi yang bisa lulus Akademi Militer Belanda di Breda. Sultan Syarif Hamid Alqadri dilahirkan 12 Juli 1913. Putra Sultan Syarif Muhammad Alkadri, Sultan keenam Pontianak.

Walau terlahir dari Kesultanan Islam, kehidupan Hamid Alqadri sepertinya lebih ke-Eropa-eropaan. Dia sempat masuk Technische Hooge School (THS). Tetapi dia akhirnya lebih memilih menjadi perwira tentara Belanda yang disebut Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL). Hamid muda memutuskan masuk ke Koninklijke Militaire Academie di Breda. Dia mengaku sangat tertarik dengan kehidupan militer.

Setelah lulus, Hamid menjadi Letnan II. Hamid juga menikah dengan wanita Belanda bernama Marie van Delden. Wanita yang dikenal dengan nama Dina Van Delden ini putri Kapten seorang tentara Belanda.

Masuknya Jepang, menghancurkan kekuatan Belanda di Nusantara. Hamid yang sempat berperang di Balikpapan ini kemudian dijebloskan Jepang ke penjara di Batavia. Dia ditahan dari tahun 1942-1945. Baru bebas setelah Jepang dikalahkan sekutu.

Hamid kembali menjadi tentara Belanda. Pangkatnya dinaikkan menjadi Kolonel, kemudian Jenderal Mayor. Mungkin dia pribumi dengan pangkat militer tertinggi. Tapi akhirnya dia melepaskan diri dari dinas militer dan memimpin rakyat Pontianak.

Diakui Hamid, sebuah keputusan yang berat meninggalkan dunia ketentaraan. Apalagi dia diangkat menjadi ajudan istimewa Ratu Belanda Wilhelmina.

Kemudian Sultan Hamid menjadi Ketua Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO). Forum negara-negara federal di Indonesia. Banyak pihak yang menganggap BFO adalah boneka Belanda, walau pendapat ini tak selamanya benar.

Saat Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk, Hamid diangkat Soekarno untuk menjadi menteri negara. Tugasnya menyediakan gedung dan menciptakan lambang negara.

Hamid menyerahkan rancangannya. Wujud seorang manusia yang berkepala Garuda dan menggenggam perisai Pancasila. Itulah desain awal Pancasila. Soekarno kemudian memberikan beberapa usul, manusia Garuda diubah sepenuhnya menjadi burung garuda. Tapi saat itu burung garuda masih 'gundul' dan tidak berjambul.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.

Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut. Beberapa yang diperbaiki antara lain penambahan jambul pada kepala Garuda Pancasila. Selain itu mengubah posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita.

Banyak yang menduga Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle, Lambang Amerika Serikat.

Karir politik Hamid sendiri berakhir tak lama berselang. Dia bersekutu dengan Westerling untuk menyerang sidang kabinet di Pejambon. Hamid memerintahkan Westerling membunuh menteri pertahanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX , Kepala Staf Angkatan Perang Kolonel TB Simatupang dan Sekjen Kementerian Pertahanan Ali Budiarjo.

Percobaan pembunuhan itu gagal. Sultan Hamengkubuwono IX menangkap Sultan Hamid II. Dia diadili tahun 1953. Pembelaan dirinya ditolak. Pengadilan mengganjarnya dengan hukuman 10 tahun penjara atas kesalahan menggerakkan pemberontakan.

Nama Hamid pun dikenal sebagai pemberontak. Begitu yang tertulis di buku-buku sejarah. Jasanya menciptakan burung Garuda seolah dilupakan.

sumber : merdeka.com

Apakah BlackBerry Q10 Dapat Sukses di Indonesia?


Seperti yang diketahui, penjualan BlackBerry di Inggris beberapa waktu lalu telah berhasil mengalahkan Samsung dan kompetitornya yang lain. Baru-baru ini, BlackBerry juga berjaya di pasar Prancis.

Seperti yang diberitakan oleh CrackBerry (28/5), BlackBerry kembali menang di pangsa pasar Prancis mengalahkan Samsung dan Apple.

Hasil yang baik dari penjualan BlackBerry ini menimbulkan banyak spekulasi. Banyak yang beranggapan bahwa BlackBerry belum tentu menuai hasil yang sama seperti di Prancis pada negara lain. Mengingat pada hasil riset yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei menyebutkan bahwa BlackBerry masih kalah dengan Samsung dan Apple dalam pasar global.

Di Prancis, BlackBerry dapat mengalahkan Samsung dengan telak melalui jagoan terbarunya, Q10. Smartphone yang memiliki keyboard fisik pada body-nya ini mendapat respon yang baik di negara yang terkenal dengan fashion ini. Akan tetapi, BlackBerry tidak bisa hanya mengacu pada hasil yang di dapat di satu tempat. Mereka harus melihat pula kenyataan bahwa pihaknya masih kalah jauh dengan Samsung dan Apple secara global.

BlackBerry Q10 yang rencananya dalam waktu dekat ini akan mendarat di Indonesia, memiliki potensi untuk kembali berjaya dan mengulang prestasi yang ditorehkan di Prancis dan Inggris. Mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar yang dimiliki oleh BlackBerry.

Namun, BlackBerry juga harus melihat keberadaan Samsung yang juga menurunkan jagoan andalannya di kancah smartphone Indonesia. Peminat Galaxy S4 di tanah air juga tidak sedikit. Bagaimanapun juga, Samsung telah memantapkan diri sebagai vendor yang paling banyak digemari hampir di seluruh dunia.

Dari hasil tersebut, mampukah BlackBerry kembali menang dalam persaingan pasar dengan mengalahkan Samsung? Menurut Anda, apakah BlackBerry dengan jagoannya, Q10, dapat berkuasa di Indonesia?

sumber : merdeka.com

Mampukah BlackBerry Menjawab Tantangan Petinggi Google?


Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa pihak Google baru akan tertarik mengembangkan aplikasi pada BlackBerry 10 jika pengguna OS tersebut sudah banyak.

Secara tidak langsung, BlackBerry harus melakukan tantangan tersebut jika ingin mendapat dukungan dari layanan Google yang dewasa ini sudah banyak orang yang membutuhkan , baik dari layanan Gmail, Google Drive, dan sebagainya.

Seperti yang dikutip dari Ubergizmo (31/5), BlackBerry saat ini belum mendapatkan dukungan layanan dari Google.

Petinggi Google, Sundar Pichai, dalam konferensi D11, menjelaskan bahwa pembangunan aplikasi khusus BlackBerry 10 baru akan terjadi setelah mengetahui pengguna OS tersebut sudah banyak. Pasalnya pihaknya tidak ingin rugi dengan mengembangkan aplikasi pada perangkat yang kurang diminati.

Apabila diperhatikan, BlackBerry sudah mulai menunjukkan kualitasnya dengan OS BB10 di berbagai negara. Beberapa waktu lalu, diberitakan bahwa BlackBerry memenangkan persaingan pasar smartphone di Inggris mengalahkan Samsung. Tidak hanya itu, BlackBerry juga kedapatan berhasil menang bersaing dengan Apple dan Samsung di Prancis.

Di kedua negara tersebut, Apple dan Samsung kalah bersaing dengan andalan baru BlackBerry, yaitu Q10 yang notabene adalah smartphone yang menggunakan OS BB10.

Hal tersebut membuktikan bahwa BlackBerry 10 memiliki peminat yang tidak sedikit. Ada kemungkinan Google dalam waktu dekat akan menyanggupi janjinya yang akan membuatkan aplikasi pada platform BB10. Akan tetapi hasil di Inggris bukan hasil yang menjadi patokan untuk menarik hati Pichai. Sistem operasi BB10 yang dikembangkan oleh perusahaan asal Kanada harus dapat lebih bisa bersaing negara lainnya, termasuk Indonesia.

Mampukah BlackBerry menjawab tantangan dari Sundar Pichai demi mendapatkan dukungan aplikasi Google? Kita lihat saja perkembangannya.

sumber : merdeka.com

Minggu, 02 Juni 2013

Alasan Oral Seks Buat Wanita Berhenti Merokok



Tak hanya cinta yang mengalami pasang surut dalam bahtera rumah tangga, tapi urusan gairah seks juga. Seiringnya waktu, setiap pasangan akan mengalami kejenuhan tersendiri pada pasangannya. Tak menutup kemungkinan, jika situasi inilah yang menjadi alasan pasangan selingkuh.

Salah satu seksolog di Genius Beauty, menuturkan, salah satu cara untuk mempererat hubungan percintaan antara suami istri adalah melalui kegiatan oral seks.

Menurut statistik, pasangan yang mempraktekkan seks oral, memiliki hubungan yang kuat dengan pasangannya. Wanita yang melakukan seks oral pada suaminya akan mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya, kebiasaan suami yang terbiasa mimpi basah dengan wanita lain akan hilang. Mereka justru akan lebih sering memimpikan istrinya.

Manfaat lain dari teknik adalah oral seks dapat membantu seseorang berhenti merokok, terutama wanita. Itulah yang dikatakan Norman Sartorius, psikolog asal Swiss. Mulut dan rahang otot yang terlibat dalam merokok, menenangkan sistem saraf pusar. Otot-otot ini juga turut bekerja, saat seorang wanita melakukan oral seks.

Artinya, oral seks menjadi solusi nikmat seorang wanita untuk berhenti merokok. Air mani juga mengandung hormon prostaglandin, yang meningkatkan energi, meningkatkan mood, dan mengurangi stres.

Psikolog Swiss itu juga menambahkan, jika wanita ingin berhenti merokok dan tidak memiliki pasangan di sebelahnya, mereka dapat menggunakan dildo.

sumber : vivanews

Mengapa Bung Karno Tak Mau Memukul Soeharto?


TINDAKAN Soeharto menyelewengkan Surat Perintah 11 Maret 1966 sangat menyakiti perasaan Bung Karno. Sejumlah petinggi militer yang masih setia pada Sukarno ketika itu pun merasa geram. Mereka meminta agar Sukarno bertindak tegas dengan memukul Soeharto dan pasukannya. Tetapi Sukarno menolak.

Sukarno tak mau terjadi huru-hara, apalagi sampai melibatkan tentara. Perang saudara, menurut Sukarno, adalah hal yang ditunggu-tunggu pihak asing—kaum kolonial yang mengincar Indonesia–sejak lama. Begitu perang saudara meletus, pihak asing, terutama Amerika Serikat dan Inggris akan mengirimkan pasukan mereka ke Indonesia dengan alasan menyelamatkan fasilitas negara mereka, mulai dari para diplomat kedutaan besar sampai perusahaan-perusahaan asing milik mereka.

Kesaksian mengenai keengganan Sukarno menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi manuver Soeharto disampaikan salah seorang menteri Kabinet Dwikora, Muhammad Achadi. Saya bertemu Achadi, mantan menteri transmigrasi dan rektor Universitas Bung Karno itu dua pekan lalu di Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Achadi bercerita dengan lancar kepada saya dan beberapa teman. Air putih dan pisang rebus menemani pembicaraan kami sore itu.

Komandan Korps Komando (KKO) Letjen Hartono termasuk salah seorang petinggi militer yang menyatakan siap menunggu perintah pukul dari Sukarno. KKO sejak lama memang dikenal sebagai barisan pendukung utama Soekarno. Kalimat Hartono: "hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO", yang populer di masa-masa itu masih sering terdengar hingga kini.

Suatu hari di pertengahan Maret 1966, Hartono yang ketika itu menjabat sebagai Menteri/Wakil Panglima Angkatan Laut itu datang ke Istana Merdeka menemui Bung Karno. Ketika itu Achadi sedang memberikan laporan pada Sukarno tentang penahanan beberapa menteri yang dilakukan oleh pasukan yang loyal pada Soeharto.

Mendengar laporan itu, menurut Achadi, Bung Karno berkata (kira-kira), "Kemarin sore Harto datang ke sini. Dia minta izin melakukan pengawalan kepada para menteri yang menurut informasi akan didemo oleh mahasiswa. "Tetapi itu bukan pengawalan", kata Achadi. Untuk membuktikan laporannya, Achadi memerintahkan ajudannya menghubungi menteri penerangan Achmadi. Seperti Achadi, Achmadi juga duduk di Tim Epilog yang bertugas menghentikan ekses buruk pascapembunuhan enam jenderal dan perwira muda Angkatan Darat dinihari 1 Oktober 1965. Soeharto juga berada di dalam tim itu.

Tetapi setelah beberapa kali dicoba, Achmadi tidak dapat dihubungi. Tidak jelas dimana keberadaannya.
Saat itulah Hartono minta izin untuk menghadapi Soeharto dan pasukannya. Tetapi Bung Karno menggelengkan kepala, melarang.

Padahal masih kata Achadi, selain KKO, Panglima Kodam Jaya Amir Machmud, Panglima Kodam Siliwangi Ibrahim Adji, dan beberapa panglima kodam lainnya juga bersedia menghadapi Soeharto.
Bung Karno tetap menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak mau terjadi pertumpahan darah, dan perang saudara.

Kalau begitu apa yang harus kami lakukan, tanya Achadi dan Hartono. Bung Karno memerintahkan Hartono untuk menghalang-halangi upaya Soeharto agar jangan sampai berkembang lebih jauh. Hanya itu tugasnya. Hartono diminta menjabarkan sendiri. Yang jelas jangan sampai ada perang saudara, kata Achadi.

Adapun Achadi yang tak bisa kembali ke rumahnya di kawasan Pancoran yang sedang diduduki pasukan Soeharto diperintahkan Bung Karno bermalam di guest house Istana. Bung Karno juga mengatakan akan menggelar rapat kabinet keesokan harinya. Dalam rapat yang juga akan dihadiri Soeharto itu, Achadi diminta untuk menyampaikan laporan tentang penahanan beberapa menteri.

"Kamu berani bicara di depan Soeharto", tanya Bung Karno pada Achadi.

"Siap", jawab Achadi.


sumber : artikel oleh Teguh Santosa dikutip dari ebook "kitab merah"

Baca Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...